Berenang Bersama Ikan Besar Di Lereng Gn. Ciremai

Anda pernah mandi di kolam dengan Ikan-Ikan Besar secara langsung? Tempatnya mantep dan sejuk.  Kami mengunjunjgi tempat ini sekitar tahun 2005 lalu, tak perlu khawatir jika anda mau menginap tersedia banyak penginapan dan rumah makan, serta tempat mandi. Sekitar 25 km arah barat kota cirebon di kaki Gunung Ciremai Jawa Barat inilah anda bisa bercengkrama dengan para ikan-ikan yang menurut saya sangat menakjubkan.  Jika kita nyemplung kedalam ikan pun sudah mendekat, yap karena banyak sekali ikan disana. Bahkan ada penjual ikan-ikan kecil sebagai santapan ikan besar tersebut. Di lokasi ini ada juga tempat outbond untuk anak2 seperti flyng fox langsung menyebrangi kolam yang luas.

Lokasi ini disebut Kolam Renang Cibulan.  Jenis ikannya sendiri adalah ikan ikan kancra bodas (sejenis ikan MAS besar).  Jenis ikan langka yang disebut-sebut sebagai ikan keramat atau ikan dewa . Ikan2 tsb. terdapat di kolam renang Cibulan, kolam renang Cigugur, dan di objek wisata Balong Keramat Darmaloka. Ketiga lokasi wisata itu sangat mudah dicapai dan sangat berdekatan dengan lintasan jalan raya Cirebon-Ciamis.

Khusus Cibulan kita berenang bersama ikan2 besar yg jinak di kolam renang alam yg airnya sangat jernih sejernih aqua. Sungguh keunikan ini tidak ditemui ditempat lain. Kolam Cibulan ini bisa dikategorikan sebagai salah satu obyek wisata tertua di daerah Kuningan. Diresmikan pada tahun 1939, kolam ini sengaja dibangun sebagai kolam renang yang sudah mempertimbangkan adanya pengunjung dari berbagai tingkatan usia, terbukti dari kedalaman kolam-kolam yang ada disana yang bervariasi. Ada yang berkedalaman hanya 60 cm, 120 cm, dan yang terdalam berkedalaman 200 cm.

Konon menurut masyarakat sekitar  ikan-ikan yang menghuni kolam-kolam yang ada di dalam lokasi pemandian Cibulan, dikenal sebagai Ikan Kancra Bodas dan ada juga yang menyebutnya sebagai Ikan Dewa. Ikan-ikan ini bentuknya mirip dengan ikan mas (cyprinus carpio) dengan warna hitam keabuan

Dipercaya kalau kita berani menganggu ikan-ikan itu, maka kemalangan akan menimpa kita. Banyak cerita mengenai kesaktian atau kekeramatan ikan-ikan ini yang beredar di masyarakat. Inilah yang menarik untuk mengunjungi tempat ini. Salah satu dari sekian banyak cerita adalah bahwa pada masa penjajahan Jepang di Indonsia, ada seorang anggota balatentara Jepang yang mengambil dan membelah seekor ikan kancra bodas dari kolam ini dengan samurainya. Beberapa waktu kemudian si tentara meninggal dengan luka seperti terkena sabetan samurai juga.Adajuga cerita mengenai seseorang yang berusaha mencuri beberapa ekor ikan tersebut yang setelah menangkap ikan-ikan itu tiba-tiba merasakan ada tangan kuat yang mencekik lehernya. Cerita lain mengatakan bahwa pada saat-saat tertentu, orang yang beruntung bisa melihat seekor ikan kancra bodas besar yang mengenakan mahkota dikepalanya, sementara yang lain lagi mengatakan bahwa yang tampak adalah seekor ikan kancra bodas yang badannya hanya tinggal tulang belulang, tetapi ikan tersebut masih berenang-renang di kolam.

Masyarakat juga percaya bahwa jumlah ikan dalam kolam-kolam yang saling bersambungan itu selalu sama, tidak pernah berkurang ataupun bertambah seekorpun. Bahkan ketika kolam-kolam pemandian tersebut dibersihkan, yang dilakukan dua minggu sekali, ikan-ikan tersebut hilang entah kemana, baru setelah kolam terisi air kembali, ikan-ikan tersebut akan muncul kembali dengan jumlah yang sama pula.

Ada juga yang mempercayai  bahwa ikan –ikan ini  mereka berasal dari prajurit-prajurit Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran yang memberontak, sehingga oleh Sang Prabu yang sakti mandraguna, prajurit-prajurit pembangkang ini dikutuk menjadi ikan-ikan yang mendiami kolam di dekat tempat dimana Sang Prabu pernah bersemedi.

Di bagian barat kolam-kolam pemandian itu terdapat tanah rawa atau empang yang di salah satu sudutnya tampak berdiri dengan kokohnya sebuah batu yang amat besar. Penduduk sekitar menyebutnya dengan Batu Gajah.

Tak jauh dari situ ada sebuah gapura kecil dengan tulisan “Sumur Tujuh” dan tanda panah yang mengarah ke dalam. Lokasi ini terpagar secara sederhana.

Di dalam pagar ada semacam petilasan masyarakat mengenalnya dengan  petilasan Prabu Siliwangi. Dipercaya, di tempat itulah Sang Prabu yang sakti mandraguna melakukan puja semedi. Tempat ini sampai sekarang masih dikeramatkan, sehingga pada waktu-waktu tertentu, seperti malam Jumat Kliwon ataupun selama bulan Maulud, banyak orang yang datang untuk melakukan tirakatan ataupun bersemedi di situ. Istilahnya “ngalap berkah”. Di sekitar petilasan sang prabu inilah terdapat tujuh buah sumur yang dianggap sangat bertuah, yang selain mereka percayai dapat mengabulkan keinginan, juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dengan adanya tujuh buah sumur ini, maka tempat tersebut lebih dikenal sebagai “Sumur Tujuh”.  Urutannya dari sumur pertama sampai ketujuh adalah sebagai berikut : Sumur Kejayaan, Sumur Keselamatan, Sumur Pengabulan, Sumur Kemuliaan, Sumur Cisandane atau Sumur Cita-Cita, Sumur Cirencana, dan yang terakhir adalah Sumur Kemudahan. Masyarakat sekitar percaya kalau mereka bisa memperoleh tuah dari sumur-sumur itu dengan cara meminum airnya ataupun mandi air sumur itu setelah melakukan semedi disana. Lelaki yang mengantar aku juga gencar “mempromosikan” kehebatan air sumur itu, dan menawari apakah mau membawa pulang air sumur itu, yang dengan halus aku tolak. Konon menurut kepercayaan di salah satu sumur itu berdiam seekor kepiting emas. Hanya orang-orang yang sangat beruntung saja yang bisa melihat kepiting emas itu.

Kunjungilah lokasi wisata ini pastinya menarik untuk sekeluarga.

Salam Traveler’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s