" My Life My AdVenTurE "

Gunung Bunder

Gunung Bunder koordinat gps: (6° 42′ 24.77″ S  106° 40′ 58.62″ E

Inilah tempat saya dan keluarga melepas penat. Lokasinya yang tidak jauh dari Ibukota Jakarta serta jalan yang cukup baik memudahkan kita untuk sampai ke lokasi ini. Terletak pada wilayah kerja pengelolaan hutan RPH Gunung Bunder BKPH Leuwiliang, KPH Bogor, yang secara administratif pemerintahan termasuk Desa Gunung Bunder, Kecamatan Cibungbulang KPH Bogor.
Berjarak lebih kurang 38 km darikotaBogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah.

Adaempat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah.  Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang)-Pamijahan-Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak-Salak Endah, Cibatok-Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari-Gunung Bunder-Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor-Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok-kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dariBogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang.  Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot.  Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga) Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Lokasi ini memiliki ketinggian 830 m dpl, konpigurasi lapangan umumnya datar sampai bergelombang. Kawasan ini mempunyai suhu udara rata-rata 230 C. Potensi Wilayah Wana Wisata ini terdiri dari hutan  tanaman (Rasamala dan pinus) Sumber air  yang ada berupa sungai yang saat ini dimanfaatkan dengan cara mengalirkannya melalui parit untuk keperluan MCK dan air minum.

Potensi visual menuju lokasi yang menarik adalah berupa pemandangan  pegunungan dan persawahan yang menghijau sedangkan gejala alam/potensi visual lansekap di dalam kawasan yang menarik adalah berupa pemandangan pegunungan dan persawahan yang menghijau sedangkan gejala alam/potensi visual lansekap di dlam kawasan yang mempunyai daya tarik terhadap pengunjung adalah pegunungan, air terjun dan panorama malam kota Bogor.

Wana Wisata ini selain digunakan untuk wisata berkemah. Untuk kegiatan berkemah tersedia satu kompleks perkemahan dengan kapasitas tampung keseluruhan 30 unit kemah (400 orang pekemah). Bumi Perkemahan Gunung Bunder diresmikan sekitar 1982, oleh Menteri Kehutanan. Luas lokasi sekitar 30 ha dan biasanya dipenuhi pelajar dan mahasiswa ketika tiba musim libur sekolah dan liburan akhir tahun.

Wana Wisata ini dapat dicapai dari Kecamatan Cibungbulang (15 km), Ciampea (14 km), Kota Kabupaten Bogor (33 km) dan 60 km dari kota Rangkas Bitung. Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilaluibaik kendaraan roda dua maupun roda empat. Sarana tranaportasi umum yang ada berupa kendaraan umum dan dilanjutkan dengan kendaraan carteran/motor ojek dari kota Kecamatan Cibungbulang atau Ciampea colt angkutan kota.

 Terdapat sedikitnya 4 Air Terjun di wana wisata ini. Adalah ; Curug Cigamea, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, dan Curug Seribu. Keempatnya memiliki keunikan sendiri.

Curug Cihurang. Air terjun di tempat ini bisa dilihat setelah berjalan sekitar 150 meter dari pintu gerbang Curug Cihurang. Namun, sebelum memasuki kawasan Curug Cihurang, setiap pengunjung wajib membayar biaya retribusi sebesar Rp 2.500 per orang.

Meskipun ketinggian air terjun ini tidak terlalu tinggi, air terjun ini memiliki kolam yang tidak dalam untuk sekadar bermain air. Dan tentunya, lokasi ini menjadi tepat yang cocok untuk berfoto- foto. Namun, jangan puas dulu. Sisakan frame foto kamera Anda, karena masih ada tiga air terjun lain yang tak kalah menarik. Usai menikmati Curug Cihurang, sasaran berikutnya adalah Curug Ngumpet. Lokasi ini sebenarnya tidak jauh dari Curug Cihurang, tapi akan lebih baik jika ditempuh dengan kendaraan.

Curug Ngumpet, setiap pengunjung dikenakan lagi biaya Rp 2.500. Air terjun di lokasi ini memang lebih tinggi dari Cihurang, hanya saja kawasan di sekitar air terjun terlihat tidak terawat. Banyak sampah yang merusak pemandangan mata di sekitar air terjun ini.

Lokasi air terjun yang satu ini sebenarnya menarik, karena di bawah jatuhnya air ada kolam yang cukup untuk berenang. Batu-batu besar pun berserakan di pinggir jatuhnya air, seakan-akan menyediakan spot-spot untuk berfoto-foto.

Curug Seribu. .  Dari pintu masuk dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 1 km menuju lokasi Curug Seribu.  Kondisi jalan ke lokasi ini menurun, curam dan licin dengan waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam untuk mencapai ke lokasi Curug Seribu.

Curug Seribu adalah air terjun yang paling tinggi di kawasan itu (sekitar 100 meter), sehingga bisa terbayang bagaimana suara gemuruh air yang jatuh.

Curug Cigamea. Lokasi air terjun ini memang lebih mudah dijangkau, dan terawat. Setelah membayar tiket masuk seharga Rp 2.500 pengunjung harus melintasi jalur sepanjang 200 meter untuk menemui air terjun ini.

Curug Cigamea ini tampaknya lebih dikembangkan sebagai kawasan wisata di banding tiga curug lainnya. Di kawasan Curug Cigamea, sudah dibangun fasilitas kamar mandi yang bersih, tempat ibadah, dan beberapa warung yang berjejer rapi. Lokasi ini pun lebih ramai dari pada air terjun lainnya.

Sebenarnya, selain empat air terjun itu, di kawasan Wana Wisata Gunung Bunder juga menyediakan Kawah Ratu yang menarik untuk dikunjungi. Kawah itu setiap harinya mengeluarkan gas panas yang berbau belerang. Sayangnya, kawasan ini tertutup untuk umum karena dianggap berbahaya.

About these ads

Satu tanggapan

  1. mantap surantapppp, browo!

    7 Januari 2013 pukul 11:44 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.